Sadam Tak Pernah Absen Bela Sekadau

Sporta Indonesia – Badannya kurus, tingginya tidak seberapa, siapa sangka dia adalah pesepakbola. Jangan salah di dalam lapangan dia begitu piawai memainkan si kulit bundar, karena badan¬nya yang kurus dia juga sangat lincah mengelabui lawan-lawannya. Pemain yang bernama lengkap abang zulkadri (23) adalah pesepakbola asal kab. Sekadau yang hampir tak pernah absen membela ps. Sekadau baik itu sepakbola maupun futsal pada kejuaran-kejuaran antar dae¬rah di Kalimantan Barat.

Sadam begitu biasa dia disapa sudah sejak lama mencintai olahraga ini, bahkan sejak ia duduk di bangku sekolah dasar sudah bermain sepakbola. “Saya mulai bermain sepakbola sejak SD,” kenangnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya di Sekadau, beberapa waktu lalu.

Sadam mengaku sangat hobi bermain sepakbola karena menurutnya olahraga satu ini adalah olahraga yang memasyarakatkan dan merupakan olahraga populer di dunia. Oleh karena itu hampir setiap sore saat ia kecil selalu pergi ke sebuah lapangan yang tak jauh dari rumahnya untuk memainkan si kulit bundar.

Barangkali karena ia sudah mencintai olahraga ini ia bersama teman-teman sebayanya tak pernah jenuh bermain sepakbola, hingga pada tahun 2005 melalui sebuah kejuaraan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang sekarang ini dikenal dengan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) berhasil mengantarkan namanya pada awal karir sepakbolanya. Walaupun pada waktu itu bermain sepakbola mini format lima lawan lima tapi kemampuannya sudah terlihat.

Pada waktu itu ia masih sekolah di sebuah SMP Negeri di Kab. Sekadau, ia bersama teman-teman satu timnya berhasil menjuarai Porseni di tingkat kabupaten, dan mewakili Kab. Sekadau pada Porseni ting-kat Provinsi di Pontianak, pada Porseni inilah secara mengejutkan ia mampu menjuarai kejuaraan pelajar dan berhak mewakili Kalbar pada Porseni tingkat nasional di Surabaya.

Dari sinilah kemudian permainan sepakbolanya mulai berkembang. Ia mulai mengikuti latihan rutin bersama teman-temannya dengan seorang pelatih dari Pengcab. Setiap minggu pagi latihan itu digelar, namun hampir setiap hari ia tak pernah lelah bermain. Kemudian ia menambah porsi latihannya dirumah walaupun sekadar menendang bola.

“Di luar latihan resmi pelatih, saya latihan lagi di rumah. Kalau ada waktu kosong saya joging setiap sore untuk menjaga kondisi fisik,” cerita Sadam.

Sadam berposisi sebagai gelan¬dang, sebagai pengatur serangan. Gaya permainannya kurang lebih dengan gaya permainan Ahmad Bustomi, Gelandang Timnas Indonesia. Bermain dari kaki ke kaki dan dengan penguasaan bola yang tenang membuatnya selalu menjadi pemain inti di mana pun ia bermain.

Sepakan kaki kanannya tak bisa diragukan lagi, akurasi dan kecepatan tembakannya selalu menjadi andalan pemain yang baru saja menyelesaikan sarjana di STKIP Pontianak ini.

Untuk melatih skillnya, ia banyak menonton sepakbola di televisi. Terkadang ia selalu mempraktekan apa yang baru saja ia tonton di Televisi. “Saya tetap belajar, itulah gunanya saya menonton televisi, pas latihan langsung saya praktekan,” ungkapnya.

Sejak itu namanya selalu mengisi daftar pemain tim PS. Sekadau. Puncaknya pada 2008 ia berhasil mempersembahkan juara ketiga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bersama rekan-rekannya. Hingga sekarang dia tak absen membela Kab. Sekadau, walaupun kini dia sudah bermain futsal tetapi tetap menjadi pemain langga¬nan tim Pengcab. Sekadau.

Semenjak futsal mulai masuk di Sekadau sekitar tahun 2007, banyak para pemain-pemain sepakbola di kabupaten ini mulai beralih ke olahraga satu ini. Begitu juga dengan Sadam, ia juga beralih menjadi pemain futsal meskipun tak sepenuhnya meninggalkan sepakbola. Tapi ia lebih sering bermain futsal daripada sepakbola.

“Memang semenjak ada lapangan futsal, saya lebih sering main futsal,” ujar Sadam sambil tersenyum kecil. Sadam mengatakan karena memang kalau di sepakbola itu sudah jarang mempunyai batas umur terutama pada kejuaran antar daerah.

Satu hal yang tidak mempunyai batasan umur ya memang futsal, di futsal lah ada kesempatan untuk mewakili Kab. sekadau untuk kejuaran antar daerah.

Mulai Porprov 2010, ia membela tim Futsal Sekadau tidak sepakbola lagi. Meskipun ia tak pernah mempersembahkan prestasi bergengsi untuk Sekadau pada cabang Futsal, namun itu tidak menyurutkan semangatnya untuk bermain futsal.

Sedikit berprestasi di tingkat provinsi, namun di Sekadau sendiri, ia telah memenangi banyak kejuaraan. Khususnya pada liga tarkam, ia sering memenangi banyak kejuaran pada liga tarkam atau liga antar kampung ini.

“Hampir setiap tahun pasti saya juara pada liga tarkam ini,” sebut Sadam.

Sudah tak terhitung lagi berapa jumlah liga tarkam yang ia menangi. Baik itu bersama tim kampungnya yaitu PS. Mungguk ataupun bersama klub-klub yang memakai jasanya. “Banyak sekali piala yang saya menangi, sudah tidak terhitung lagi,” ungkapnya sambil tertawa.

Meskipun sebenarnya ia pemain PS. Mungguk tapi tidak jarang klub dari kampung-kampung lainnya menyewa jasa permainannya. Sadam mengatakan jika PS. Mungguk tidak keluar pada tornamen liga tarkam tersebut maka saya sering menerima tawaran dari klub lain. “Kalau bermain pada klub lain, pasti adalah uang lelahnya,” tambah sadam.

Tidak hanya di sepakbola pada futsal sendiri Sadam juga sangat berprestasi. Setiap tornamen futsal di Sekadau ia sering menangi.

“Alhamdulillah setiap tornamen juara terus,” tegasnya. Prestasi juga mengalir pada prestasi individunya, ia juga pernah menjadi pemain terbaik dan mendapatkan gelar topskor pada tornamen-tornamen futsal ini.

Kini tak ada yang meragukan lagi kehebatan Sadam dalam bermain. Prestasi yang banyak pada umur yang masih muda membuatnya tak pernah berhenti bermain. Ia pun berambisi ingin bermain pada tim-tim Kalbar yang berlaga di kompetisi nasional seperti Persipon (Divisi Utama) atau Persista (Divisi 1).

Pernah ia mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi pemain di Persista Sintang, namun sayang waktu itu ia tak lolos seleksi. Sehingga ia sekarang masih menjadi pemain yang setia menjadi pembela tanah kelahirannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *