PERAN ORANG TUA TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK

SPORTA INDONESIA- RS Azra melaksanakan Health Talk Instagram Live bertema Peran Orangtua dalam Kesehatan Mental Anak dengan narasumber Finda Difitrianita, M.Psi., Psikolog (Psikolog Anak RS AZRA).

Health Talk ini bertujuan untuk para orangtua memahami peran apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mental sang anak dan juga mengampanyekan pentingnya budaya hidup sehat di media sosail. Melalui program ini diharapkan masyarakat dapat peduli dan sadar pentingnya menjaga kesehatan pada anak.

Dilansir dari Republika.co.id, Ibu Finda Difitrianita, M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa, pengamatan orangtua perlu secara tajam dalam memperhatikan berbagai perilaku dan perubahan yang ditampilkan anak. Peran orangtua di rumah sangat penting dalam membangun kesehatan mental anak sebelum menjadi permasalahan yang lebih besar, diantaranya :

  1. Memperhatikan tugas perkembangan anak

Tugas perkembangan anak dapat dipelajari orangtua sejak sebelum kehamilan. Mulai dari bagaimana menjaga kesehatan fisik dan mental saat hamil, mengenai fase perkembangan anak sesuai usianya dan tugas yang perlu dilalui anak. Infomasi mengenai tugas perkembangan anak dapat diperoleh orangtua melalui internet dengan sumber yang relevan, jika kesulitan dapat berkonsultasi dengan dokter anak, dokter tumbuh kembang, dan psikolog anak.

  1. Membangun hubungan kelekatan

Membangun hubungan dengan anak bukan hanya kehadiran fisik bersama anak, melainkan adanya komunikasi dan kelekatan emosional. Saat bersama anak, kita memberikan segenap pikiran, perasaan, dan perilaku hanya bersamanya, meluangkan waktu disela kesibukan tanpa terdistraksi oleh hal lain. Misalnya, saat menyusui, fokuskan diri menyusui dan mengajak ngobrol anak, lakukan kontak mata dan sentuhan kulit sebagai rasa aman untuk anak. Demikian pula ketika menemani balita bermain, fokuskan bermain peran dengannya, mengajak ngobrol, dan menikmati kebersamaannya. Kerap kali saat bersama anak orangtua terdistraksi dengan pekerjaan lain sehingga mempengaruhi kualitas hubungan emosi yang tidak melekat baik dikemudian hari.

  1. Membangun kepercayaan diri anak

Ketika anak sudah mulai menunjukkan keinginan untuk melakukan secara mandiri, berikan kesempatan mereka untuk melakukannya. Tugas kita adalah mendampinginya saat melakukan. Tetap perhatikan keselamatan dan bahaya yang terjadi. Misalnya, anak ingin ikut memegang pisau saat melihat ibu memotong buah, kita dapat memberikan anak pisau khusus anak dan berikan sesuatu yang juga dapat dipotongnya. Dengan demikian, mereka tetap dapat belajar mengeksplorasi kemampuan dan menjaga keselamatan. Semakin kita memfalisitasi anak dalam mengembangkan kemampuannya secara mandiri, rasa percaya diri akan semakin terbentuk.

  1. Menghargai perasaan anak

Seorang anak juga memiliki perasaan yang perlu didengarkan dan dihargai oleh orangtuanya. Ketika anak marah, kita perhatikan terlebih dulu penyebab marahnya. Berikan kesempatan anak untuk mengekspresikan emosi marah atau sedihnya dengan cara yang aman. Saat itu kita dapat menemani mereka tanpa memberikan nasehat apapun hingga mereka dapat melalui badai emosinya. Dengan demikian, anak dapat merasakan dirinya dihargai oleh orangtuanya dan mereka tumbuh menjadi anak yang mampu menghargai orang lain.

  1. Membangun suasana positif

Saat di rumah, biasakan berkomunikasi hangat dan gunakan kata-kata positif antar anggota keluarga. Biasakan agenda kumpul bersama melalui kegiatan makan, bermain, dan sebagainya. Ketika terjadi perbedaan pendapat, selesaikan dengan kepala dingin. Hindari adu mulut dihadapan anak karena mereka belum dapat memproses suatu permasalahan dengan baik.

  1. Damping anak ketika mengalami kesulitan

Di setiap rentang usia anak tentunya ada tantangan yang perlu dilalui, dalam hal ini orangtua berperan untuk mendampingi mereka tumbuh untuk menghadapi tantangan tersebut. Misalnya, ketika anak kesulitan untuk berpakaian sendiri, kita bisa mendampingi mereka dan memberitahukan langkah-langkah untuk memakai dan melepas pakaian agar mudah mereka lakukan. Hal ini perlu dibiasakan rutin agar mereka terlatih dan pada akhirnya mampu melakukan secara mandiri.

Selain itu Ibu Finda memberikan beberapa Tips bagi orangtua untuk menjaga kesehatan mental anak selama pandemi Covid-19. Beliau menjelaskan bahwa ada beberapa tips menghadapi anak dimasa pandemi untuk menjaga kesehatan mental anak :

1.Turunkan ekspektasi orangtua terhadap anak, lakukan observasi terhadap anak. Perhatikan dan pahami gaya belajar si anak seperti apa? Semampu apa si anak menerimanya dan bagaimana tempo belajarnya?

2.Berikan jadwal agar kegiatan si anak teratur. Gunakan tools belajar yang sudah ada.

3.Bangun suasana dan komunikasi yang baik dengan anak, agar anak dapat kompromi serta mendapatkan rasa nyaman.

4.Sedangkan untuk anak remaja, dapat melakukan pendekatan komunikasi yang lebih dan bangun rasa saling percaya dan juga hindari untuk saling menghakimi agar anak dapat terbuka oleh orangtuanya.

 

Sumber: Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *