Alexandra Asmasoebrata, Pembalap Wanita Pertama di Asia

Sporta Indonesia – Dunia balap pasti berhubungan dengan laki-laki tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Dunia balap telah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan dirinya. Berawal dari “pemaksaan” oleh sang ayah, akhirnya Alexandra Asmasoebrata menjadi salah satu pembalap wanita yang cukup disegani di indonesia bahkan di Asia.

Andra nama kecil milik Alexandra Asmasoebrata berkiprah di dunia balap bukan tiba-tiba . Tekad serta dukungan dari orang terdekat menempahnya hingga mampu bersaing di level Asia. Bayangkan, Anda sudah akrab dengan setir balap sejak usia belia 12 tahun di ajang gokart 60 cc hingga level ASEAN pun dilakoni.

Putri ketiga dari pasangan M. A. S. Alex Asmasoebrata dan Sofia Muri Mardiana ini memang tak menyangkal bahwa kiprahnya di dunia balap itu berkat sang ayah. Ayahnya, Alex, adalah pembalap seangkatan dengan pembalap Aswin Bahar, Tinton Suprapto, Deyu dan Dolly Indra Nasution.

“Awalnya bukan keinginan aku. Bisa dibilang bener-bener dari papa yang membuat aku akhirnya terjun ke dunia balap. Dari kecil aku udah sering diajak nonton balap sama papa tapi nggak pernah sama sekali kepikiran untuk jadi pembalap. Cuma sekedar suka aja nonton balap sampai akhirnya papa maksa aku. Maksanya papa waktu itu bukan untuk nyuruh aku jadi atlet balap tapi lebih untuk mencoba rasanya naik gokart,” jelas wanita berparas cantik ini.

Andra memulai debutnya di ajang balap gokart sebagai kadet 60 cc, pada usia 12 tahun. Beberapa kali ia berhasil mengukir prestasi di ajang tersebut. Beberapa kali pula ia menyabet juara pertama di kelas tersebut. Setahun kemudian, ia mulai pindah ke kelas ber-cc lebih besar, yaitu 125 cc, bahkan ia sampai ke ajang setingkat ASEAN.

“Awalnya dari gokart. Gokart yang paling kecil karena waktu itu aku masih umur 12 tahun pas tahun 2001. Awalnya terjun di kelas gokart 60 cc terus naik ke kelas junior yang 125 cc. At that time, aku masih ikut kejuaraan tingkat daerah lalu nasional terus tingkat Asia dan akhirnya aku ikut kejuaraan dunia,” kata Andra

Berkat penampilannya Andra kemudian ditawari untuk masuk ke arena balap internasional. Dia diikutsertakan dalam kualifikasi Formula BMW Scholarship pada tanggal 27 hingga 29 Februari 2004 di Spanyol. Inilah mulanya Andra masuk dalam dunia balap mobil formula.

“Tahun 2004, baru aku naik ke mobil Formula. Bisa aja sih kalau aku mau langsung mencoba mobil Formula tapi papa aku bilang kalau aku nggak bisa menang di kejuaraan nasional buat apa aku pindah kelas lain,” ungkapnya
Bahkan dia pun berhasil menempati pole position pada kejuaraan Seri terakhir 7 dan 8 Formula Campus di Goldenport Motorpark Circuit, Beijing China pada Oktober 2005 dan dalam ajang Formula Kampus di China pada September 2005.

Tepat pada tahun 2007, putri dari Alex Asmasoebrata ini melakoni debut di ajang Formula Renault Asia di samping kejuaraan gokart. Bertepatan hari Kartini, 21 April 2007, Andra menerima penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) yang diberikan karena prestasinya sebagai pembalap perempuan pertama Indonesia. Di kancah internasional pun Andra tercatat sebagai pembalap wanita pertama di Asia.

Semua kejuaraan yang pernah ia ikuti baik menang atau kalah, sangat berkesan baginya.Namun dari sekian kejuaraan itu, sesuatu yang paling berkesan adalah saat membuka champagne di atas podium. “Mau yang kalah atau menang semua meninggalkan kesan buat aku tapi momen yang paling priceless buat aku itu saat buka champagne di atas podium,” jelas wanita kelahiran 23 Mei 1988 ini.

Andra sangat ingin mengikuti balapan Formula di Eropa karena sampai saat ini ia masih di tingkat Asia. “Balapan di Eropa itu lebih banyak kejuaraannya dan lebih kompetitif. So, that’s why aku pengen banget balapan di Eropa.” Ungkapnya.

Pengalaman yang tidak terlupakan bagi Andra, selama kariernya menjadi pembalap adalah saat mewakili Indonesia di Kejuaraan Gokart tingkat dunia. “Aku jadi satu-satunya pembalap dari Indonesia di kejuaran gokart tingkat dunia. Kejuaran ini nggak sembarangan bisa diikuti karena aku harus menang dulu di Indonesia baru bisa dikirim ke kejuaran tersebut”, terang Andra.

Saat ditanya tentang diskriminasi ketika ia sedang balapan, ia mengaku tidak pernah mengalami diskriminasi pada dirinya. Karena saat balapan tidak seperti tingkah laku wanita pada umumnya.

”Kayaknya nggak pernah. Mungkin karena pas balapan aku nggak pernah menganggap diri aku perempuan. Ya aku anggap diri aku. sama dengan pembalap lainnya which is itu laki-laki. Bahkan aku sendiri suka lupa kalau aku perempuan (tertawa). Pas aku menang sekalipun aku nggak pernah menganggap diri aku perem¬puan tapi lebih kepada kita sama-sama balapan and I beat those guys because I’m a racer,” kata Andra seperti yang di kutip oleh Talkmen.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *