Pemadam Kebakaran Merdeka Laksanakan Prosesi Buka Mata Naga

SPORTA INDONESIA – Guna memperingati datangnya moment budaya Tionghoa yaitu Cap Go Meh, Pemadam Kebakaran Merdeka melaksanakan  prosesi Buka Mata Naga. Prosesi ini dilaksanakan di Gang. Bangau, Jl. Merdeka Pontianak Kalimantan Barat pada hari Kamis, 5 Februari 2020.

Ditemui seusai melaksanakan prosesi buka mata naga, ketua panitia kegiatan Yusri Salim menyatakan bahwa prosesi buka mata naga yang dilakukan oleh Pemadam Kebakaran Merdeka selain guna menyambut Cap Go Meh juga bertujuan guna membersihkan bumi khususnya  Kota Pontianak.

“Prosesi naga buka mata adalah satu kepercayaan dari etnis Tionghoa untuk menyambut Cap Go Meh, jadi ritual buka mata ini diibaratkan dengan naga yang turun dari langit untuk membersihkan bumi di Kota Pontianak,’’ungkapnya

Ia juga menambahkan, sebelum mata naga dibuka. Sebelumnya dilakukan prosesi sembahyang yang dipimpin oleh seorang suhu atau tetua yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan roh yang diyakini.

“Prosesinya kita mulai dengan sembahyang, ada tetua yang kita panggil yang bisa berkomunikasi  dengan roh yang diatas untuk meminta  izin kepada penguasa langit dan bumi, Tuhan kita untuk menjaga ketentraman di bumi kita,” tambahnya.

Lebih jauh, Yusri juga menuturkan bahwa naga yang sudah dibuka matanya ini selanjutnya akan dibawa ke Jalan Diponegoro, pusat pelaksanaan Cap Go Meh di Pontianak guna memberikan penghormatan di Kelenteng dan segenap panita pelaksana Cap Go Meh yang ada.

‘’Prosesi selanjutnya, lebih tepatnya besok pagi kita akan memberikan penghormatan di Kelenteng yang ada di Jalan Diponegoro setelah itu kita akan memberikan penghormatan kepada panitia yang tergabung dalam pagelaran Cap Go Meh Kota Pontianak, selanjutnya kita berkeliling ke para donator,” tuturnya

Terdapat hal yang menarik dari naga yang dimiliki oleh Pemadam Kebakaran Merdeka, selain terletak pada panjangnya yang mencapai 64 meter serta memilik 17 ruas, keunikan juga terdapat pada penggunaan lampu yang berbeda dari naga-naga milik kelompok lainnya, hal ini membuat naga Pemadam Kebakaran Merdeka dapat disebut dengan naga modern.

“Naga Merdeka menggunakan lampu yang bersinar. Lampu bersinar di naga Merdeka ini kita  menggunakan LED dengan menggunakan media aki kering yang kita letakkan di badan naga sebagai penerangnya , yang lain mungkin masih menggunakan genset sebagai penerangannya,’’jelasnya.

Terakhir, ditanya soal harapan dalam perayaan Cap Go Meh ditahun ini, Yusri berharap dapat berjalan lancer dan didukung oleh masyarakat yang ada.

’’Harapannya pasti sukses, dan bagi masyarakat mari berbondong-bondong mensukseskan Cap Go Meh karena Cap Go Meh merupakan budaya bangsa yang harus kita lestarikan,’’pungkasnya (Sporta/Rio Pratama)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *