Balap Tak Harus Mahal, Begini Kisah Nicolas Meraih Prestasi

Sporta Indonesia – Lelaki itu menyapa dengan ramah ketika aku datang menghampirinya, sorot matanya tajam. Tingginya hampir dua meter, badannya berisi. Di hadapan ku, ia sosok yang murah senyum. Lelaki yang bernama lengkap Nicolas Edwin Pattiasina ini ialah pembalap speed offroad Kalimantan Barat yang bermodal seadanya mampu berprestasi.

Memacu Jimny LJ80V tahun pembuatan 1981 dengan mesin standar yang hanya 800cc, ia tak gentar dengan lawan-lawannya. Meski rata-rata lawan yang dihadapinya menggunakan mobil-mobil canggih dengan mesin 2000cc, Nicolas bersama mobilnya yang pernah meraih Jimny terbuluk ini tak kalah kencang melaju di setiap lintasan balap.

Bahkan beberapa kali Nicolas meraih posisi 10 besar diputaran final Kejurnas Speed Offroad pada pertengahan 2012, serta dua kali berada diposisi 6 besar diseri-2 dan seri-4 Kejurnas Speed Offroad 2013 kelas 2000cc padahal mesinnya hanya 800cc. Nicolas mengejutkan banyak orang dengan mobil buluk miliknya ini ia mampu mengantarkan nama Kalbar di arena balap Speed Offroad Nasional.

Awal kemunculannya di lintasan balap pun sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, cibiran menjadi hal yang biasa disetiap seri Kejuaraan Nasional Speed Offroad yang diikutinya. Banyak yang meragukan mobilnya, mulai dari yang meragukan keamanan konstruksi mobil, hingga keraguan akan mesin standar LJ80V yang cuma 800cc ini.

Namun bagi Nicolas si pemilik mobil sekaligus pembalap Jangkrik321, Semua itu adalah tantangan untuk membuktikan bahwa balap itu tak harus bermodalkan banyak uang.

“Yang penting adalah kemauan dan semangat untuk berprestasi dengan apa yang kita miliki,” ungkap Nicolas saat ditemui di sebuah cafe, Selasa (3/4).

Nicolas satu diantara pembalap yang memiliki dedikasi tinggi dalam memasyarakatkan balap di Indonesia. Ia memberikan asumsi bahwa balap tak harus mahal. Nicolas mengungkapkan dirinya ikut balap bukan karena banyak duit, tapi karena hobi. “Kalau Orang punya duit dia apapun bisa, kalau saya karena hobi. Jadi apa yang saya punya, saya harus maksimalkan,” ujarnya.

Kecintaan Nicolas kecil pada Speed Offroad bukanlah dimulai dari kecintaan pada kendaraan Jip, melainkan kecintaannya pada reli mobil, kesamaan karakter trek, handicap, maupun mobil yang digunakan membuat Nicolas semakin serius untuk selalu tampil dalam setiap seri putaran Kejurnas 2012-2013.

Speed Offroad merupakan balapan yang seperti reli dengan lintasan sebagian besar merupakan gravel, dengan handicap-handicap berupa lumpur, jumping hingga double jump. Lintasan dibuat dua track, sekali start dua buah mobil saling berpacu.

Kesempatan muncul dari sebuah tawaran teman untuk menjual mobilnya dalam keadaan yang tidak terawat, Kepala Perwakilan Trigana Air Pontianak ini sadar bahwa kesempatan untuk menggeluti kembali kegiatan balap hadir di depan mata, tanpa menyia-nyiakan waktu lagi, segera disambarnya Jimny tersebut dan kemudian dimulailah mega proyek From zero to Monster yang bernama Jangkrik321.

Pengerjaan dilakukan di Bengkel D’Four Motorsport yang terkenal melahirkan Mobil-mobil balap Jimny kharismatik, bengkel yang berlokasi dikawasan Ciledug, Tangerang, ini melakukan proses modifikasi dengan asumsi mobil balap murah ala kadarnya tapi dengan tingkat keamanan yang tinggi, modifikasi yang tak lazim banyak ditemukan diseputaran konstruksi, kaki-kaki, mesin, roll cage serta sasis.

“Jadi bukan mesinnya yang saya beli mahal-mahal, saya hanya memaksimalkan apa yang ada saja,” tutur Nicolas. Tidak hanya itu hampir semua peralatan di mobilnya semua dibeli dengan harga yang terjangkau.

Ulah Nicolas di lintasan balap telah banyak memotivasi banyak orang bahwa balap tak harus mahal, tak heran atas kegigihan dan mental balapannya yang kuat menjadikan Nicolas sebagai peraih IMI Award untuk kategori Atlet Speed Offroad Terbaik Kalbar 2013.

Saat ini Nicolas sedang mempersiapkan diri untuk tampil kambali di Kejurnas Speed Offroad 2014 pada bulan april mendatang, mobilnya dalam keadaan fit. Ia pun siap mengharumkan nama Kalbar di kancah nasional.

One thought on “Balap Tak Harus Mahal, Begini Kisah Nicolas Meraih Prestasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *